Mereka diarahkan mendatangi lingkungan RT dan RW secara rutin.
Penentuan penerima bansos juga akan melibatkan warga setempat.
Eri meminta keputusan mengenai kelayakan penerima dibahas melalui forum warga di tingkat RT agar kondisi sosial dan ekonomi warga dapat diketahui lebih menyeluruh.
“Pembahasannya harus melibatkan minimal tiga perempat warga dari RT tersebut, tokoh masyarakat, tokoh agama, lurah, camat, LPMK, serta tim pendamping dari pemkot,” terangnya.
Menurut Eri, mekanisme lama masih berpotensi membuat warga yang seharusnya memperoleh bantuan justru terlewat.
Ia mencontohkan warga lanjut usia yang hidup seorang diri, sementara bantuan masih bisa diterima warga yang dinilai secara ekonomi lebih mampu.
“Ada lansia sendiri tidak pernah mendapatkan bantuan. Di mana kalian sebagai pejabat struktural. Mulai hari ini saya tidak mau lagi melihat ada warga yang tidak menerima bantuan ketika dia membutuhkan,” tegasnya.
Temuan di lapangan juga menjadi dasar Eri meminta verifikasi dilakukan lebih ketat.













