Karena itu, munculnya nama Eri Cahyadi dalam bursa belum dapat dimaknai sebagai dukungan resmi Golkar.
“Persoalan gubernur itu kewenangan DPP nanti. Tapi kalau secara normal siapapun boleh mencalonkan jadi gubernur asal untuk kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Sementara itu, Ali meminta jajaran Golkar Surabaya tetap solid dan kompak menghadapi agenda politik ke depan.
Konsolidasi organisasi dinilai menjadi fondasi untuk meningkatkan perolehan kursi Golkar di DPRD Surabaya.
“Ya, tentu harus solid. Harus kompak, rukun, tentu ujungnya adalah nambah kursi,” katanya.
Pujian Ali terhadap kinerja Eri Cahyadi di tengah masuknya nama Wali Kota Surabaya tersebut dalam bursa Pilgub Jatim menjadi penanda bahwa figur Eri mulai mendapat perhatian dalam percakapan politik tingkat provinsi.
Namun, Golkar masih menempatkan keputusan mengenai pencalonan gubernur sebagai agenda yang akan dibahas setelah tahapan konsolidasi partai selesai. (*)












