Cakrawala DaerahCakrawala NasionalCakrawala NewsHeadline

Bukan Sekadar Pameran! TEI 2026 Jadi Karpet Merah Produk Jatim Kuasai Pasar Internasional

×

Bukan Sekadar Pameran! TEI 2026 Jadi Karpet Merah Produk Jatim Kuasai Pasar Internasional

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi Penjaringan Calon Peserta TEI ke-41 yang digelar di Legacy Ballroom, Surabaya
Sosialisasi Penjaringan Calon Peserta TEI ke-41 yang digelar di Legacy Ballroom, Surabaya
Jakarta, CakrawalaNews.co | Di tengah dinamisnya peta perdagangan internasional, Jawa Timur kembali bersiap mengambil peran sentral. Menjelang perhelatan akbar Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) berkolaborasi dengan Disperindag Provinsi Jawa Timur bergerak cepat menjaring para jawara lokal untuk berekspansi ke pasar global.
 
Melalui kegiatan Sosialisasi Penjaringan Calon Peserta TEI ke-41 yang digelar di Legacy Ballroom, Surabaya (2/7/2026), pemerintah secara proaktif mengajak para eksportir, pelaku industri kecil dan menengah (IKM), serta asosiasi bisnis di Jatim untuk merebut peluang emas ini. 
Langkah ini merupakan bagian dari roadshow nasional dalam mengamankan posisi produk-produk unggulan Indonesia di rantai pasok dunia.
TEI ke-41 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 14 – 18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
Mengusung tema besar “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, TEI 2026 diposisikan bukan sekadar pameran dagang biasa, melainkan sebuah ekosistem strategis.
 
 Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Ditjen PEN Kemendag Dr. Miftah Farid, S.TP., M.S.E., menegaskan bahwa TEI adalah ruang akselerasi di mana pelaku usaha lokal dapat berinteraksi langsung dengan pembeli (buyers) mancanegara.
 
 “Lewat platform ini, pelaku usaha tidak hanya mempromosikan produk, tetapi juga membangun kemitraan jangka panjang yang berkelanjutan melalui skema business matching yang terarah,” jelasnya.
 
Optimisme pemerintah tahun ini terbilang ambisius namun realistis. Kemendag mematok target transaksi fantastis sebesar US$16,5 miliar, alias melonjak 10 persen dari target tahun lalu. 
 
Untuk merealisasikannya, sejumlah strategi baru telah disiapkan, mulai dari penguatan promosi internasional, kurasi buyer yang ketat, hingga pendampingan pasca-pameran guna memastikan komitmen dagang benar-benar menjelma menjadi transaksi ekspor nyata.
Jawa Timur: Raksasa Manufaktur dengan Potensi Tanpa Batas
Dipilihnya Surabaya sebagai salah satu titik utama sosialisasi didasarkan pada fondasi ekonomi Jawa Timur yang luar biasa kokoh. 
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Disperindag Jatim, Erivina Lucky Kristian, S.E., M.M., mengungkapkan bahwa Jatim memiliki modal besar untuk menggebrak pasar dunia.
 
Dengan sokongan ribuan IKM yang adaptif, sektor manufaktur yang terus melesat, serta keberadaan 13 kawasan industri strategis, Jatim siap memperkuat kinerja ekspor nonmigas nasional. 
 
Sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah pun terus diperketat guna mematangkan kesiapan produk lokal memasuki pasar internasional melalui berbagai program pembinaan dan fasilitasi pameran.
Pada gelaran TEI ke-41 nanti, terdapat 5 sektor utama yang akan menjadi panggung unjuk gigi komoditas Indonesia, yaitu Food, Beverage & Agriculture Products (Makanan, Minuman, & Pertanian), Manufactured Products (Produk Manufaktur), Industrial Estate (Kawasan Industri), Fashion & Craft (Mode & Kerajinan) dan Furniture & Home Decor (Furnitur & Dekorasi Rumah).
Guna memastikan pameran dibanjiri oleh pembeli potensial berkelas dunia, pihak penyelenggara terus melakukan inovasi layanan. Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswasti, Vibiadhi Swasti Pradana, membeberkan bahwa tahun ini mereka menyiapkan fasilitas premium berupa akomodasi gratis hingga 250 kamar hotel berbintang bagi buyer terpilih yang telah lolos proses kurasi ketat.
 
“Kami ingin TEI berkembang menjadi platform bisnis internasional yang makin berkualitas. Fasilitas ini diberikan untuk menarik para buyer potensial agar mereka dapat fokus melakukan business matching dan membangun kemitraan jangka panjang dengan eksportir kita,” urai Vibiadhi.
 
Tidak tanggung-tanggung, perluasan jaringan promosi juga digencarkan ke berbagai negara melalui kerja sama intensif dengan Atase Perdagangan, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), exhibition organizer internasional, hingga jaringan chamber of commerce (kamar dagang) dunia.
 
Melalui sinergi besar ini, TEI 2026 menjadi momentum krusial yang tidak boleh dilewatkan oleh pelaku usaha Jawa Timur. Saatnya produk-produk lokal naik kelas, meningkatkan daya saingnya di kancah internasional, dan membuktikan bahwa kualitas produk Indonesia mampu merajai pasar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *