Cakrawala JatimCakrawala NasionalCakrawala NewsCakrawala SurabayaHeadline

Sebut Bandar Narkoba Musuh Bangsa, Ketua Ansor Jatim Dukung Aparat Sikat Habis Jaringan Penyelundupan Ganja 3,37 Ton

×

Sebut Bandar Narkoba Musuh Bangsa, Ketua Ansor Jatim Dukung Aparat Sikat Habis Jaringan Penyelundupan Ganja 3,37 Ton

Sebarkan artikel ini
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa Safril.
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa Safril.
Surabaya, CakrawalaNews.co | Keberhasilan aparat dalam menggagalkan penyelundupan narkotika skala raksasa menuai apresiasi luas dari berbagai organisasi kepemudaan. 
 
Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Timur secara terbuka memuji sinergi hebat antara Bea Cukai RI dan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI yang sukses membongkar penyelundupan 3,37 ton ganja jaringan internasional.
 
Tak tanggung-tanggung, narkoba jenis bunga/pucuk cannabinoid marijuana seberat 3.371,4 kilogram tersebut diterbangkan langsung dari Thailand. Ganja tersebut masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Internasional Tanjung Priok, Jakarta.
 
Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menggunakan modus penyamaran (false concealment) yang cukup rapi. Mereka menyembunyikan ribuan kilogram ganja tersebut di dalam koper dan gulungan matras lateks.
 
Namun, kecerdikan petugas gabungan berhasil mencium gelagat tersebut. Operasi ini bahkan dikembangkan secara masif melalui skema controlled delivery (penyerahan di bawah pengawasan) hingga ke wilayah Gresik, Jawa Timur, serta Purwakarta, Jawa Barat.
 
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa Safril, menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar penegakan hukum biasa, melainkan sebuah misi penyelamatan kemanusiaan.
 
“Keberhasilan ini bentuk nyata penyelamatan jutaan anak bangsa dari ancaman narkotika. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bea Cukai dan BNN RI atas kerja profesional, sinergis, dan tanpa kompromi,” cetus Musaffa pada Jumat (3/7/2026).
Dari perhitungan aparat, penyitaan barang bukti sebanyak 3,37 ton ganja ini setidaknya berhasil menyelamatkan lebih dari 10 juta jiwa generasi muda Indonesia dari jerat lingkaran hitam narkoba.
 
Musaffa mengingatkan bahwa perang melawan narkoba tidak boleh mengendur sedikit pun. Siapa pun yang berani merusak masa depan generasi muda demi keuntungan bisnis haram adalah musuh nyata bangsa.
 
Oleh karena itu, Ansor Jatim mendukung penuh langkah hukum aparat untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya, termasuk mengejar sang bandar besar alias aktor intelektual di balik jaringan Thailand-Indonesia tersebut.
 
Sebagai langkah konkret di lapangan, Musaffa menginstruksikan seluruh kader Ansor dan Banser di Jawa Timur untuk memperketat benteng pertahanan sosial di lingkungan masing-masing. Edukasi mengenai bahaya narkoba harus terus digencarkan secara masif.
 
“Menjaga generasi dari narkotika adalah ikhtiar menjaga masa depan Indonesia. Tidak boleh ada ruang sedikit pun bagi bandar narkoba di negeri ini. Melindungi generasi bangsa adalah harga mati,” pungkasnya dengan tegas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *