Ia menilai persoalan warga yang sedang sakit tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada keluarga. Dibutuhkan kepedulian bersama dari lingkungan sekitar agar kondisi warga yang membutuhkan bantuan tidak luput dari perhatian.
Karena itu, Bang Jo berharap RT, RW, tetangga hingga Kader Surabaya Hebat (KSH) dapat ikut memantau kondisi Irawan. Dengan adanya perhatian dari lingkungan sekitar, pertolongan bisa lebih cepat diberikan ketika terjadi kondisi darurat.
“Semua harus saling menjaga. Pemerintah melalui kecamatan dan puskesmas, kemudian RT, RW, tetangga, dan KSH bisa bersama-sama mengawasi. Kalau sewaktu-waktu ada kondisi darurat, jangan sampai terlambat ditangani,” kata Bang Jo.
Bagi Bang Jo, kepedulian kepada warga tidak cukup hanya dengan mengetahui bahwa ada seseorang yang sedang sakit. Yang lebih penting adalah memastikan mereka tidak kehilangan akses terhadap pelayanan dan pendampingan yang dibutuhkan.
“Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan, kekuatan, dan kesabaran bagi Mas Irawan dan keluarga yang sedang berjuang. Mudah-mudahan ada perhatian dan pendampingan yang terus diberikan,” harapnya.
Kunjungan Bang Jo ke rumah Irawan menjadi gambaran bahwa di balik gang-gang kecil dan rumah-rumah sederhana, masih ada perjuangan panjang yang dijalani warga dalam diam.
Bagi Irawan dan keluarganya, sakit bukan hanya soal menjalani pengobatan. Ada persoalan pendampingan, kebutuhan hidup, hingga keterbatasan orang-orang yang bisa membantu.
Dan bagi Bang Jo, memastikan warga seperti Irawan tidak merasa sendirian menghadapi penyakit dan persoalan hidup menjadi pekerjaan bersama. Sebab, terkadang yang paling dibutuhkan seseorang yang sedang berjuang bukan sekadar bantuan, tetapi kepastian bahwa ada orang-orang yang tetap hadir dan peduli. (*)













