Ia mencontohkan kawasan Surabaya pusat yang diarahkan sebagai pusat kegiatan kota. Kawasan tersebut kemudian didukung oleh wilayah lain di Surabaya sehingga terbentuk keterkaitan antarkawasan dalam pergerakan dan aktivitas perkotaan.
“Kalau Surabaya pusat, yang menjadikan pusat kegiatan di Kota Surabaya. Jadi yang fokusnya ada di Terminal Wonokromo sama Stasiun Joyoboyo yang merupakan pusat kota,” katanya.
Reinhard menambahkan, kawasan-kawasan di Surabaya utara, selatan, timur, dan barat diposisikan sebagai wilayah pendukung pusat kegiatan tersebut. Konsep itu menjadi bagian dari gambaran besar penataan ruang yang tengah dimatangkan melalui RDTR.
Dengan masuknya pembahasan pada tahap masukan final, Pemkot Surabaya bersama tim penyusun dan konsultan masih memiliki ruang untuk menyempurnakan substansi rancangan.
Setelah proses di tingkat kota rampung, dokumen RDTR akan dibawa ke tahap konsultasi pada tingkat provinsi dan pemerintah pusat.













