Surabaya, CakrawalaNews.co | Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya Machmud mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar tidak mengejar serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara terburu-buru menjelang akhir tahun.
Peringatan itu disampaikan setelah Machmud mencermati laporan realisasi APBD semester pertama 2026. Ia menilai rendahnya serapan anggaran hingga 30 Juni berpotensi membuat pekerjaan pembangunan menumpuk pada semester kedua.
Machmud menyebut total belanja APBD Surabaya sekitar Rp12,8 triliun. Namun, hingga semester pertama, realisasi belanja baru mencapai sekitar Rp4,2 triliun.
“Bagaimana anggaran Rp 12 triliun itu cuma terserap 4 triliun selama semester pertama atau 6 bulan. Korbannya itu masyarakat, tidak ada pembangunan berarti yang masif di Surabaya ini,” kata Machmud pada Jumat (21/8/2026).
Dengan kondisi tersebut, masih ada sekitar Rp8,6 triliun anggaran yang harus direalisasikan pada enam bulan berikutnya. Machmud kemudian menghitung, Pemkot harus mampu membelanjakan sekitar Rp1,4 triliun setiap bulan jika seluruh anggaran tersebut ingin terserap hingga akhir tahun.
“Rp 8,6 ini kan saya bagi 6 (Juli-Desember) sama dengan Rp 1,4 triliun setiap bulannya. Masuk akal enggak Pemkot itu menghabiskan Rp 1,4 triliun pembangunan dan lain-lain ini?” ujarnya.
Machmud menilai tingginya beban serapan pada semester kedua dapat menjadi persoalan jika Pemkot baru menggenjot pembangunan menjelang tutup tahun anggaran.
Ia mengingatkan, pekerjaan yang dipaksakan selesai dalam waktu singkat berisiko membuat pelaksanaan proyek tidak optimal.













