Surabaya, CakrawalaNews.co | Peringatan keras dilayangkan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, kepada para pengembang proyek infrastruktur di Kota Pahlawan. Menyusul insiden kecelakaan seorang warga yang terpeleset di area pengerjaan saluran air Jalan Ngemplak, Sambikerep, Wali Kota Eri menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus berada di atas segalanya.
Tak sekadar memberikan imbauan, Eri langsung menghubungi Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah, untuk menerjunkan tim ke lapangan dan mengusut tuntas penyebab insiden tersebut. Eri menginstruksikan agar kontraktor yang terbukti lalai tidak hanya dijatuhi sanksi teknis, tetapi wajib bertanggung jawab secara moril dan materiil kepada korban.
“Kalau itu ternyata karena kelalaiannya, pengobatan harus ditanggung kontraktor. Kontraktornya juga harus datang ke rumah warga yang melapor dan meminta maaf,” tegas Eri, Selasa (4/8/2026). Ia menambahkan, pembangunan drainase memang krusial untuk mencegah banjir, namun proses pengerjaannya sama sekali tidak boleh membahayakan keselamatan warga yang melintas.
Menindaklanjuti arahan langsung Wali Kota, Hidayat Syah bersama tim DSDABM langsung mendatangi lokasi pengerjaan proyek di Sambikerep. Dari hasil inspeksi lapangan, ditemukan bahwa pengerjaan proyek sebenarnya sudah menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), namun ada kelalaian pada penataan material hasil galian.
“Di lapangan kelihatan K3 sudah ada, cuma tinggal dirapikan. Sedimentasi yang menumpuk di jalan harusnya segera diambil supaya tidak licin saat terkena penyiraman air,” jelas Hidayat. Pihak DSDABM langsung mempertemukan pihak pelaksana proyek dengan warga yang menjadi korban kecelakaan.
Kontraktor diminta menanggung penuh seluruh biaya pengobatan korban serta membiayai perbaikan sepeda motor yang rusak. Tak hanya ganti rugi, Pemkot Surabaya juga mengambil tindakan tegas secara administratif dengan melayangkan sanksi Surat Peringatan (SP) 1 kepada pelaksana proyek pada hari yang sama.
Hidayat menegaskan, Pemkot Surabaya tidak akan segan menindak kontraktor nakal yang mengabaikan keselamatan publik. “Jika kontraktor tidak menaati apa yang sudah kami anjurkan dan tidak menjalankan tanggung jawabnya, kami akan langsung memberhentikan kegiatan pekerjaannya,” kata Hidayat tegas.
Atas insiden ini, baik Wali Kota Eri Cahyadi maupun DSDABM Surabaya secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Surabaya atas ketidaknyamanan dan kelalaian pengerjaan proyek di lapangan. Eri juga mengajak masyarakat untuk turut aktif menjadi ‘pengawas jalanan’ dalam mengawal proyek-proyek pembangunan di sekitar lingkungan mereka. “Kalau panjenengan melihat ada saluran yang kurang tepat atau pekerjaannya kurang memperhatikan keselamatan, segera laporkan lewat hotline saya. Ayo kita jaga bersama-sama proyek pembangunan di Surabaya,” tutup Eri.












