Surabaya. Cakrawalanews.co- Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Erma Susanti berharap agar Pemerintah Provinsi mengubah pola penanganan penyelamatan lahan pertanian yang terancam puso, bukan sekadar mencatat sawah yang telah gagal panen.
“Jangan sampai data pemerintah hanya mencatat berapa hektare yang sudah gagal panen. Yang jauh lebih penting adalah berapa hektare yang sekarang terancam gagal panen dan apa yang dibutuhkan untuk menyelamatkannya,” ujar Erma di Surabaya, Senin (21/9/2026).
Pemerintah, harus bergerak lebih cepat untuk melindungi produksi pangan dan penghasilan petani di tengah ancaman kekeringan ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Jawa Timur. Berdasarkan pemantauan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur yang diperbarui 10 September 2026, sebagian besar wilayah Jawa Timur mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut dalam kategori kekeringan ekstrem, yakni lebih dari 60 hari.



