Surabaya, CakrawalaNews.co | Baru-baru ini, jagat media sosial diramaikan oleh keluhan warga Kota Pahlawan terkait fasilitas publik. Sorotan tertuju pada panel surya (solar cell) yang terpasang di lampu lalu lintas (traffic light).
Alih-alih menjadi penyelamat saat listrik padam, sejumlah lampu merah justru ikut mati total dan memicu kemacetan.
Keresahan ini salah satunya disuarakan oleh akun @jeremyjh97 yang mempertanyakan efektivitas alat pemanen energi matahari tersebut.
“Serius tanya, Solar Cell yang terpasang pada Traffic Light tujuannya kan harusnya agar TL tetap nyala dan berfungsi saat listrik padam karena dia sebagai cadangan energi agar tetap berfungsi ketika listrik padam? Atau emang cuma sebagai variasi aja dipasang di situ? Eh gimana sih?,” tulis akun @jeremyjh97.
Keluhan warga di dunia maya ternyata sejalan dengan laporan yang masuk ke meja Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan.
Ia mengungkapkan bahwa pemadaman listrik yang terjadi beberapa hari lalu berdampak signifikan pada arus lalu lintas, salah satunya di kawasan perempatan Tuwowo.
“Karena ada laporan WA ke saya itu di beberapa titik, misalnya di perempatan Tuwowo. Kemudian ada di beberapa titik lampunya mati,” kata Eri Selasa (23/6/2026).
Eri membeberkan, setidaknya ada 12 titik lampu merah yang lumpuh akibat pemadaman tersebut. Masalah ini kian runyam karena koordinasi antara PT PLN dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya dinilai sangat minim terkait jadwal pemadaman listrik berkala.
“Pertama tidak ada koordinasi dengan PLN. PLN tidak koordinasi dengan Dinas Perhubungan, sehingga Dinas Perhubungan ini tidak cukup waktu untuk kemudian menyiapkan segala sesuatunya, soal genset segala macam, sehingga sempat ada kemacetan. Kemarin kalau tidak salah ada 12 lampu merah yang mati,” ujarnya.
Menanggapi ramainya pertanyaan publik soal fungsi panel surya yang “mandul” saat dibutuhkan, Eri mengakui adanya masalah pada sistem cadangan energi tersebut. Ia mengonfirmasi telah meminta Dishub Surabaya untuk bergerak cepat melakukan perbaikan.
“Memang ada banyak pertanyaan soal solar sel. Itu memang ada beberapa kendala teknis yang butuh perbaikan. Tapi saya kemarin sudah telepon Kepala Dinas Perhubungan untuk segera diperbaiki, sehingga ketika ada hal-hal yang kemarin tidak kita inginkan seperti itu terulang kembali, solar sel bisa berfungsi,” ungkapnya.
Tak berhenti di lampu lalu lintas, Komisi C DPRD Surabaya juga menuntut evaluasi total terhadap panel surya yang terpasang pada Penerangan Jalan Umum (PJU) di seluruh kota.
“Kita minta untuk dicek, diaudit ulang apakah itu memang masih berfungsi. Kalau memang tidak berfungsi, kendala teknisnya seperti apa. Sudah kita minta nanti segera diperbaiki,” tambahnya. newsroomcakrawala@gmail.com
Selain masalah teknis panel surya, minimnya sosialisasi terkait pemadaman listrik bergilir juga menjadi sorotan tajam.
Pemadaman mendadak ini dinilai merugikan masyarakat luas, mulai dari mengganggu aktivitas rumah tangga hingga berpotensi merusak alat elektronik dan menghambat pelayanan publik.
“Kalau kita sekarang melihat di masyarakat itu kan pemadaman ini tidak ada pemberitahuan. Di tempat saya, di Kecamatan Sukolilo, kemarin padam sekitar satu jam. Ini kalau tidak ada pemberitahuan, termasuk di kantor-kantor pelayanan publik, tentu berdampak besar,” tuturnya.
Sebagai langkah solutif, Eri mendesak pihak PLN untuk memperbaiki pola komunikasi dengan pemerintah daerah. Sinergi yang baik dinilai krusial untuk mencegah dampak buruk di jalan raya.
“Yang jelas PLN harus koordinasi dengan Dinas Perhubungan. Karena kalau tidak ada koordinasi kemudian mendadak, bukan hanya soal kemacetan, juga rawan kecelakaan,” pungkasnya.












