namun, setidaknya hal ini perlu dilakukan agar timbul efek jera dan pembelajaran bagi setiap pejabat publik maupun ASN di kota Surabaya agar berhenti dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan warga dan negara serta mencoreng citra pemerintah kota dan korp Pegawai Negeri.
Ia berharap walikota harus benar – benar selektif dan menerapkan asas kehati – hatian dalam proses rekutmen dan penempatan unsur pimpinan, baik lurah maupun camat dan para kepala perangkat dinas.
“Memilih orang yang tepat dari beberapa aspek termasuk aspek integritasnya, selain kemampuan manajerial dan leadershipnya. Nek watuk iso ditambani tapi nek wes watak (karakter) iku sing angel ditambani” pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menerima langsung aduan warga terkait dugaan penipuan tersebut. Dalam video yang beredar, korban mengaku menyerahkan uang kepada oknum pejabat dengan harapan mendapatkan pekerjaan, namun hingga kini janji tersebut tidak terealisasi.












