Kebiasaan sederhana tersebut, lanjutnya, akan membentuk nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial. Jika diterapkan secara konsisten, nilai-nilai tersebut akan tertanam kuat dan menjadi bagian dari kepribadian anak hingga dewasa.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa hasil dari pendidikan karakter tidak dapat dilihat secara instan. Proses tersebut membutuhkan waktu panjang dan konsistensi dari lingkungan keluarga maupun pendidikan formal.
“Hasilnya bukan sekarang, tapi 10 atau 15 tahun kemudian. Saat mereka dewasa, kita akan melihat generasi dengan karakter yang kuat karena sudah dipupuk sejak usia dini,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa investasi dalam pendidikan anak usia dini, baik dari sisi akses maupun kualitas pendampingan, merupakan langkah strategis jangka panjang. Dengan memastikan seluruh anak mendapatkan pendidikan sejak dini serta didukung oleh peran aktif keluarga, diharapkan akan lahir generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter yang kuat dan berdaya saing.



