Dalam konteks yang lebih luas, upaya memastikan seluruh anak telah bersekolah juga mencerminkan komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan. Pendidikan sejak dini dinilai tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga menjadi sarana awal dalam menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan.
Sejalan dengan itu, Bunda Rini turut menyoroti pentingnya peran perempuan, khususnya ibu, dalam proses pendidikan anak. Ia mengajak kaum perempuan masa kini untuk mengimplementasikan semangat Kartini melalui keterlibatan aktif dalam mendampingi tumbuh kembang anak di lingkungan keluarga.
Menurutnya, peran ibu tidak hanya terbatas pada memastikan anak bersekolah, tetapi juga mencakup pembentukan karakter yang akan menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka di masa mendatang. Pendampingan yang konsisten dinilai mampu membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku anak sejak usia dini.
Ia menekankan bahwa pendidikan karakter tidak harus dilakukan melalui pendekatan yang kompleks, melainkan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara berulang dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal kecil seperti membiasakan anak mengantre, merapikan sepatu setelah digunakan, hingga membuang sampah pada tempatnya menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter tersebut.



