Achmad menilai langkah tersebut sudah tepat, selama tidak bergeser ke belanja pembangunan. Ia menegaskan DPRD akan mengawal ketat implementasi di lapangan.
“Jangan sampai ada alasan efisiensi lalu kualitas pekerjaan turun atau proyek jadi molor. Ini yang akan kami awasi,” tegasnya.
Ia menyoroti sejumlah proyek strategis yang tengah berjalan, seperti lanjutan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), pelebaran Jalan Menganti Lidah Wetan, diversi Jalan Raya Pakal–Raci, hingga pembangunan fly over Taman Pelangi. Selain itu, pembangunan 11 rumah pompa baru dan normalisasi saluran juga menjadi prioritas untuk penanganan genangan.
Menurutnya, proyek-proyek tersebut harus berjalan sesuai target karena berpengaruh langsung terhadap konektivitas antarwilayah dan pengendalian banjir di Surabaya.
“Kalau infrastruktur ini berjalan baik, dampaknya langsung ke ekonomi dan mobilitas warga,” katanya.













