SURABAYA, cakrawalanews.co | Pemerintah Kota Surabaya memperkuat strategi penyediaan hunian melalui skema berjenjang yang dirancang untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal masyarakat di kawasan perkotaan, khususnya bagi generasi muda (Gen Z) yang belum memiliki rumah pribadi.
Program ini mencakup pengembangan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) bersubsidi, Rusunawa nonsubsidi, hingga Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) sebagai tahapan kepemilikan. Skema tersebut disusun sebagai sistem berkelanjutan yang memungkinkan masyarakat mengakses hunian secara bertahap sesuai dengan kemampuan ekonomi.
Pelaksanaan program berada di bawah koordinasi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya yang dipimpin oleh Iman Krestian. Pada tahun 2026, fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan kesiapan awal proyek, mulai dari penyiapan lahan, pematangan desain teknis, hingga perhitungan skema investasi.
Rusunami sebagai bagian dari sistem hunian berjenjang direncanakan dibangun di dua kawasan strategis, yakni Rungkut di Surabaya Timur dan Tambak Wedi di Surabaya Utara. Kedua lokasi tersebut dipilih karena memiliki potensi pengembangan kawasan permukiman serta dukungan aksesibilitas yang memadai dalam konteks urbanisasi.













