AdvertorialDPRD JatimIndeksPilihan Redaksi

DPRD Jatim Ingatkan Fenomena Urbanisasi Pasca Lebaran yang Harus Dikendalikan

×

DPRD Jatim Ingatkan Fenomena Urbanisasi Pasca Lebaran yang Harus Dikendalikan

Sebarkan artikel ini

“Harapannya, pemerataan ekonomi bisa terwujud di seluruh daerah di Jawa Timur. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota untuk mencari penghidupan,” jelasnya.

Dengan pemerataan tersebut, daerah-daerah yang selama ini tergolong kurang berkembang diharapkan mampu menciptakan peluang kerja sendiri bagi warganya. “Kalau ekonomi di daerah sudah merata dan berkembang, maka urbanisasi bisa ditekan. Masyarakat bisa tetap tinggal dan bekerja di daerah asalnya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia saat ini dihuni sekitar 2,9 hingga 3,1 juta jiwa dengan tingkat kepadatan mencapai 8.000–9.000 jiwa per kilometer persegi. Dengan luas wilayah sekitar 350 km², kondisi ini menempatkan Surabaya sebagai kota dengan tekanan kependudukan yang cukup tinggi.

Tak hanya itu, Surabaya juga menjadi pusat kawasan metropolitan Gerbangkertosusila yang mencakup Sidoarjo, Gresik, Bangkalan, dan Mojokerto, dengan total populasi mencapai 9 hingga 10 juta jiwa.

Dari sisi pertumbuhan, peningkatan jumlah penduduk Surabaya tidak semata berasal dari kelahiran, melainkan didorong oleh arus urbanisasi. Setiap tahun, terutama pasca Idul Fitri, ribuan pendatang baru masuk ke kota ini untuk mencari peluang kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *