“Beberapa bulan ini pedagang menunggu pemenang tender itu tadi. Secara keseluruhan, progres revitalisasi tiga pasar dengan anggaran sekitar Rp22 miliar ini, kalau saya melihat, masih amburadul,” tegasnya.
Menanggapi sorotan DPRD, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma menjelaskan bahwa anggaran revitalisasi pasar bersumber dari penyertaan modal APBD kepada PD Pasar yang dikelola langsung oleh PD Pasar Surya.
“Anggarannya adalah anggaran dari PD Pasar yang awalnya dari APBD berupa penyertaan modal, kemudian diberikan kepada PD Pasar untuk dikelola,” jelasnya.
Vykka mengakui proses lelang pembangunan pasar keputran selatan sempat mengalami kendala dan harus diulang hingga empat kali karena jumlah penawaran tidak memenuhi syarat.
“Secara lelang kemarin memang sempat diulang empat kali. Sekarang di Januari ini prosesnya sudah masuk tahap prakualifikasi,” ujarnya.
Menurut dia, kendala utama terletak pada minimnya jumlah penawar.
“Kendalanya karena penawaran kurang dari tiga, jadi harus diulang,” katanya.
Dari total sekitar Rp22 miliar penyertaan modal untuk revitalisasi tiga pasar, Vykka menyebut sekitar Rp9,2 miliar dialokasikan khusus untuk pasar Keputran Selatan, sementara dua pasar lainnya telah diselesaikan pada 2025.
“Secara keseluruhan untuk tiga pasar itu kurang lebih Rp22 miliar. Untuk satu pasar sekitar Rp9,2 miliar,” jelasnya.***












