Tanya: Soal kemacetan, apakah cukup dengan menambah jalan? Apakah kebijakan Wali Kota Eri Cahayadi saat ini sudah tepat?
Arif Fathoni:
“Membangun jalan baru tetap menjadi keharusan karena memang di Indonesia tidak ada pembatasan kepemilikan kendaraan bermotor. Namun saya juga melihat upaya membangun transportasi publik yang terintegrasi sudah dilakukan oleh Wali Kota Surabaya melalui penambahan armada Bus Suroboyo dan feeder Wira-Wiri.
Pemerintah tidak akan bisa memaksakan rakyat untuk naik transportasi publik. Tugas pemerintah hanya menyediakan transportasi publik yang nyaman sehingga dengan sendirinya warga beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik. Kuncinya aman, nyaman, dan terintegrasi.”
⦁ SDM dan Rumah Layak: Dimensi Sosial yang Tak Boleh Dilupakan
Di luar pembangunan infrastruktur, pembangunan manusia dan perbaikan kualitas hidup menjadi pilar penting. Apalagi Surabaya terus mencatatkan penghargaan ditingkat nasional.
Tanya: Bagaimana Anda melihat pembangunan SDM Surabaya?
Arif Fathoni:
“Pemerintah Kota Surabaya dapat banyak penghargaan dari pemerintah pusat soal itu, mulai dari penanganan stunting hingga kebijakan yang dianggap berhasil menurunkan angka kemiskinan di kota Surabaya. Pertumbuhan ekonomi kita juga melebihi pertumbuhan ekonomi nasional. Saya berharap apresiasi dari pemerintah pusat tersebut jadi trigger untuk terus melakukan inovasi peningkatan kualitas pelayanan terhadap warga Surabaya.
Beasiswa terhadap warga Surabaya juga cakupannya diperluas, baik yang SMA maupun yang sedang kuliah. Program dandan omah atau perbaikan rumah tidak layak huni cukup diperluas. Kebijakan perbaikan rumah tidak layak huni yang diperluas ini juga bagian dari upaya Pemkot untuk menciptakan rumah tangga yang sakinah karena agama mengajarkan baitii jannati (rumahku surgaku). Dengan demikian rumah tangga akan menciptakan generasi unggul di masa yang akan datang.”
⦁ Pemerataan Kesehatan dan Harapan Sistem Layanan yang Lebih Adil
Di sektor kesehatan, pembangunan RSUD baru yang dinilai strategis untuk pemerataan layanan di tiga zona kota.
Tanya: Bagaimana dengan peningkatan layanan kesehatan?
Arif Fathoni:
“Di samping itu, upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan juga ditingkatkan dengan pembangunan RSUD Eka Candrarini di kawasan timur Surabaya. Ini bagian dari komitmen pemerataan di wilayah Surabaya. Tinggal akreditasinya disamakan dengan RSUD Soewandhie agar fasilitasnya sama. Saya berharap RS Surabaya Selatan dapat dibangun tahun 2027 dan RS Surabaya Utara 2028 sehingga warga Surabaya terlayani dengan baik di masing-masing zona.”
⦁ Loyalitas Politik Golkar: Konsisten Mengawal Pemerintahan
Dalam dinamika politik tampak gamblang bahwa Golkar memilih jalur apresiatif sekaligus pengawal pemerintahan Eri–Armuji.
Tanya: Golkar pernah dijuluki partai apresiasi terhadap kepemimpinan Eri–Armuji. Apa tanggapan Anda?
Arif Fathoni:
“Bagi saya sah-sah saja pendapat tersebut, karena kita hidup di era kebebasan pendapat menjadi sebuah keharusan agar menjadi khazanah pengetahuan bagi seluruh anak bangsa. Bagi setiap kader Partai Golkar ada doktrin yang bernama Ikrar Panca Bhakti Partai Golkar, salah satunya berbunyi kader Golkar itu berwatak setia kawan.











