AdvertorialDPRD SurabayaPilihan Redaksi

Pimpinan DPRD Apresiasi Pemkot Surabaya Naikkan Beasiswa: Tak Boleh Ada Anak yang Putus Sekolah

×

Pimpinan DPRD Apresiasi Pemkot Surabaya Naikkan Beasiswa: Tak Boleh Ada Anak yang Putus Sekolah

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Bahtiar Rifa'i/Foto: Hadi
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Bahtiar Rifa'i/Foto: Hadi

CakrawalaNews.co – Pemerintah Kota Surabaya terus menunjukkan keberpihakannya pada dunia pendidikan. Tahun depan, Pemkot menyiapkan Rp71,5 miliar untuk beasiswa 16.787 pelajar SMA/sederajat, sebagai upaya memastikan tidak ada anak Surabaya yang putus sekolah karena alasan ekonomi.

Langkah ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPRD Surabaya, Bahtiyar Rifai, yang menyebut kebijakan tersebut sebagai bukti nyata komitmen Wali Kota Eri Cahyadi dalam membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Bahtiyar Rifai, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang mengalokasikan anggaran besar untuk mendukung pendidikan pelajar dan mahasiswa berprestasi namun kurang mampu.

Pada 2026 mendatang, Pemkot akan menyalurkan beasiswa bagi 16.787 pelajar SMA/sederajat dengan total nilai mencapai Rp71,5 miliar yang bersumber dari APBD Kota Surabaya 2026.

Menurut Bahtiyar, kebijakan ini mencerminkan komitmen kuat Wali Kota Eri Cahyadi dalam memastikan tidak ada anak Surabaya yang berhenti sekolah karena alasan ekonomi.

“Ini semangat luar biasa dari Pemkot dan Wali Kota untuk memastikan anak-anak kita tidak berhenti sekolah. Tidak semua daerah punya keberpihakan seperti ini,” ujar Bahtiyar, Senin (03/11/2025).

Politisi Gerindra itu menilai, program Beasiswa Pemuda Tangguh masih bisa diperluas agar manfaatnya menjangkau lebih banyak siswa dari berbagai latar belakang, termasuk di sekolah dan kampus swasta.

“Selama ini penerima beasiswa lebih banyak dari sekolah negeri. Padahal, banyak juga siswa dan mahasiswa di sekolah atau kampus swasta yang berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka juga berhak mendapatkan kesempatan yang sama,” tegasnya.

Bahtiyar menambahkan, pendidikan yang inklusif hanya bisa terwujud bila ada kolaborasi lintas sektor.

“Kalau bisa, program beasiswa ini juga melibatkan sekolah dan kampus swasta. Karena tujuannya bukan sekadar membantu, tapi memastikan tidak ada anak Surabaya yang tertinggal,” ujarnya.

Selain soal pemerataan, ia juga menekankan pentingnya verifikasi data penerima beasiswa agar bantuan tidak tumpang tindih dengan program lain seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Verifikasi penting supaya tidak ada penerima ganda. Kalau ada yang sudah dapat Pemuda Tangguh, jangan lagi menerima KIP. Ini soal keadilan dan pemerataan, supaya anak-anak lain juga bisa merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Bagi Bahtiyar, pendidikan bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia (SDM) Surabaya.

“Pendidikan adalah kunci. Kalau kita ingin Surabaya terus maju, anak-anak harus diberi kesempatan belajar setinggi mungkin tanpa terkendala biaya,” tandasnya.

Diketahui, mulai tahun 2026, Pemkot Surabaya akan menaikkan nilai beasiswa untuk pelajar SMA/SMK/MA swasta dari Rp200.000 menjadi Rp500.000 per bulan.

Sementara untuk pelajar sekolah negeri tetap Rp200.000 per bulan, karena telah mendapat dukungan dari dana bantuan operasional sekolah (BOS).(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *