Jakarta, Cakrawalanews.co – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Zulkifli Hasan membuka sidang tahunan MPR tahun 2019. Sidang digelar di gedung kura-kura MPR/DPR/DPD, Jumat (16/8/2019).
Zulkifli Hasan membacakan catatan daftar hadir dalam sidang tahunan yang beragendakan mendengar pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sidang dihadiri sekitar 473 anggota MPR.
“Sesuai catatan daftar hadir yang disampaikan Sekjen, sampai saat ini hadir 473 anggota dari 692 anggota MPR dan telah menandatangani daftar hadir,” kata Zulkifli.
Jumlah kehadiran anggota MPR telah memenuhi syarat kuorum. Zulkifli pun resmi membuka rapat.
“Sidang paripurna MPR tahun 2019 dengan agenda pidato presiden RI pada sidang tahunan MPR kami buka dan dinyatakan terbuka untuk umum,” sebut dia.
Dalam kesempatan itu, pria yang karib disapa Zulhas ini menyampaikan rekomendasi MPR periode ini ke MPR periode selanjutnya tentang perlunya menyusun sistem seperti dalam Garis Besar Haluan Negara (GBHN).
“Sidang Majelis dan hadirin yang kami muliakan, tugas melakukan penataan sistem ketatanegaraan juga telah dilakukan MPR melalui Badan Pengkajian MPR dan Lembaga Pengkajian MPR. Melalui serangkaian diskusi dan penyerapan aspirasi masyarakat dengan berbagai kalangan, termasuk para pakar/akademisidan tokoh-tokoh masyarakat, telah dihasilkan rekomendasi untuk ditindaklanjuti oleh MPR periode 2019-2024. Salah satu rekomendasi yang telah mendapatkan kesepakatan bersama adalah perlunya sistem perencanaan pembangunan nasional model GBHN melalui perubahan terbatas terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” ,” kata Zulkifili dalam bagian akhir pidatonya.












