Surabaya, CakrawalaNews.co – Penamaan jalan, taman, hingga unsur geografis bukan sekadar urusan alamat. Nama-nama tersebut juga menyimpan identitas dan sejarah suatu wilayah.
Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus membakukan nama rupabumi agar data kewilayahan lebih tertib dan seragam.
Hingga 2026, sebanyak 1.517 nama rupabumi telah dibakukan. Jumlah tersebut setara 97 persen dari capaian tahun 2025 yang mencapai 1.559 nama.
Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra) Kota Surabaya, Arief Boediarto, menyampaikan capaian tersebut di hadapan Tim Penilai Penyelenggaraan Nama Rupabumi Tingkat Jawa Timur 2026, Rabu, 5 November 2026.
Arief menjelaskan, pembakuan nama rupabumi menunjukkan peningkatan cukup besar dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2024, jumlah nama yang dibakukan baru mencapai 332. Angka tersebut melonjak menjadi 1.559 nama pada 2025.
“Pencapaian pembakuan nama rupabumi meningkat tajam dari 332 pada tahun 2004, menjadi 1.559 nama pada tahun 2025. Dibanding tahun sebelumnya, ada kenaikan kurang lebih sekitar 1.227 nama atau sekitar 370 persen,” kata Arief.
Program tersebut dilaksanakan bertahap dengan menyasar dua kecamatan setiap tahun. Sejak 2020 hingga 2026, pendataan dan pembinaan telah menjangkau sekitar 14 kecamatan.
Wilayah yang telah menjadi sasaran meliputi Bubutan, Genteng, Tegalsari, Gubeng, Dukuh Pakis, Sawahan, Tambaksari, Simokerto, Wonocolo, Wonokromo, Sukolilo, dan Mulyorejo. Pada 2026, kegiatan dilanjutkan di Kecamatan Bulak dan Kenjeran.
“Selama 7 tahun ini sejak 2020 hingga tahun 2026, cakupan telah menjangkau kurang lebih 14 kecamatan. Tahun ini kami melanjutkan pekerjaan di Kecamatan Bulak dan Kenjeran,” ujarnya.
Menurut Arief, pembakuan nama rupabumi memiliki manfaat lebih luas daripada sekadar menyeragamkan nama tempat.
Data tersebut menjadi rujukan untuk pelayanan perizinan, pencantuman alamat, hingga layanan digital.



