Cakrawala Pendidikan

Saat Cuaca Panas Mengancam Ternak, Guru Besar Unair Lirik Potensi Biji Mahoni

×

Saat Cuaca Panas Mengancam Ternak, Guru Besar Unair Lirik Potensi Biji Mahoni

Sebarkan artikel ini
Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Rochmah Kurnijasanti drh MSi.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Rochmah Kurnijasanti drh MSi.

Surabaya, CakrawalaNews.co – Cuaca panas bukan cuma menjadi ancaman bagi kesehatan manusia, tetapi juga bisa membuat produktivitas peternakan anjlok.

Pada ayam broiler, paparan suhu tinggi dapat memicu stres panas yang berujung pada gangguan imunitas, penurunan konsumsi pakan, hingga melambatnya pertumbuhan.

Menghadapi persoalan tersebut, Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Rochmah Kurnijasanti drh MSi, menawarkan pendekatan berbeda melalui inovasi farmakologi veteriner berbasis imunonutrisi.

Salah satu yang menarik perhatian adalah pemanfaatan tepung biji mahoni sebagai pakan fungsional untuk membantu ayam broiler menghadapi stres panas.

Menurutnya, selama ini farmakologi veteriner cenderung berfokus pada pengobatan setelah ternak terserang penyakit.

Padahal, kesehatan dan produktivitas ternak perlu dijaga sejak awal melalui strategi pencegahan, peningkatan daya tahan tubuh, serta perlindungan terhadap berbagai tekanan lingkungan.

Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah imunonutrisi, yakni pemanfaatan nutrien dan senyawa bioaktif untuk membantu mengatur sistem kekebalan tubuh, peradangan, keseimbangan oksidatif, metabolisme, hingga integritas jaringan.

“Imunonutrisi tidak menggantikan terapi obat ketika pengobatan diperlukan, tetapi melengkapinya sebagai strategi preventif dan suportif,” jelasnya dikutip pada Jumat, 6 November 2026.

Stres Panas Ancam Produktivitas Peternakan

Prof Rochmah menjelaskan, stres panas menjadi salah satu persoalan serius dalam industri perunggasan, terutama di wilayah tropis.

Suhu lingkungan yang terlalu tinggi dapat meningkatkan pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS) atau molekul reaktif yang memicu kerusakan sel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *