Surabaya, CakrawalaNews.co – Secangkir kopi mungkin hanya terasa sebagai minuman bagi sebagian orang.
Namun, bagi Aryasetya Kanaka Dumadi, di balik setiap tegukan kopi tersimpan cerita panjang tentang petani, kualitas produk, hingga perjuangan untuk membawa hasil bumi lokal menembus pasar global.
Wisudawan Program International Business Management International Class Universitas Ciputra (UC) Surabaya itu memilih melihat kopi dari sisi yang berbeda.
Bukan hanya sebagai komoditas, tetapi juga sebagai pintu untuk membantu petani lokal mendapatkan akses pasar yang lebih luas.
Ide tersebut berangkat dari pengalamannya melihat langsung kondisi para petani kopi.
Menurut Aryasetya, banyak petani memiliki produk berkualitas, tetapi masih menghadapi kendala ketika harus menentukan pasar yang tepat.
“Awalnya saya lihat adanya keterbatasan di source (sumber), karena saya juga mengambil kopi ke para petani lokal di sekitar yang di mana mereka punya produk yang bagus, produk unggul tapi masih belum bisa menjual yang tepat sasaran,” ujarnya saat Press Konfrense di Ciputra World Surabaya pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Dari persoalan tersebut, Aryasetya kemudian menggagas sebuah aplikasi bernama Qting-X.
Platform ini dirancang untuk menghadirkan sistem penelusuran kopi hingga ke tingkat petani, sehingga pembeli dapat mengetahui asal produk yang mereka konsumsi.
“Di sini, saya berpikir untuk bisa membranding produk mereka untuk bisa tembus ke pasar global. Nah, yang di mana saya menggagas aplikasi namanya Qting-X,” katanya.
Melalui Qting-X, informasi mengenai kopi tidak berhenti pada produk akhir.
Platform tersebut memuat sejumlah informasi seperti harga, kualitas, hingga stock map para petani.
Dengan begitu, calon pembeli dari luar negeri dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai produk sekaligus asal-usulnya.



