Cakrawala Pendidikan

Saat Cuaca Panas Mengancam Ternak, Guru Besar Unair Lirik Potensi Biji Mahoni

×

Saat Cuaca Panas Mengancam Ternak, Guru Besar Unair Lirik Potensi Biji Mahoni

Sebarkan artikel ini
Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Rochmah Kurnijasanti drh MSi.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Rochmah Kurnijasanti drh MSi.

Dampaknya tidak berhenti pada gangguan fisik. Kondisi tersebut dapat memicu stres oksidatif, inflamasi kronis, hingga ketidakseimbangan sistem kekebalan tubuh.

Akibatnya, ayam menjadi kurang optimal dalam mengonsumsi pakan dan mengalami penurunan efisiensi pertumbuhan.

“Kondisi ini memicu efek domino yang merugikan seperti stres oksidatif, inflamasi kronis, hingga gangguan regulasi imunitas. Ujung dari semua ini adalah penurunan konsumsi pakan dan merosotnya efisiensi pertumbuhan ternak, yang secara langsung memukul produktivitas peternak,” paparnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, penelitian mengenai nutrisi fungsional mulai dikembangkan.

Salah satunya dengan menguji potensi tepung biji mahoni sebagai suplemen pakan bagi ayam broiler yang mengalami stres panas.

Hasil penelitian menunjukkan respons positif. Suplementasi tepung biji mahoni mampu meredam dampak stres panas yang sebelumnya mengganggu pertumbuhan dan efisiensi penggunaan pakan.

Dosis pemberian 2 persen tercatat memberikan respons paling optimal.

“Hasilnya sangat menjanjikan. Stres panas yang tadinya menurunkan performa pertumbuhan dan efisiensi pakan, berhasil diredam secara signifikan berkat suplementasi tepung biji mahoni, dengan respons paling optimal tercatat pada pemberian tingkat 2 persen,” imbuhnya.

Lebih jauh, Prof Rochmah memaparkan bahwa manfaat suplementasi tepung biji mahoni juga terlihat pada perubahan sejumlah indikator biologis dan molekuler dalam tubuh ternak.

Pemberian suplemen tersebut membantu memperbaiki keseimbangan redoks, ditandai dengan penurunan kadar Malondialdehyde (MDA) serta peningkatan enzim antioksidan seperti SOD dan GPx.

Di sisi lain, penanda inflamasi seperti IL-6 dan TNF-α mengalami penurunan. Sebaliknya, respons kekebalan tubuh yang ditunjukkan melalui IgG, IgM, dan IFN-γ justru meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *