Surabaya, CakrawalaNews.co – Jumlah siswa Surabaya yang tercatat di data sekolah berkurang setelah lulus SD.
Pemkot Surabaya menemukan sebagian dari mereka melanjutkan pendidikan di pondok pesantren.
Kondisi ini mendorong perluasan sasaran Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Pemkot kini mencocokkan data pendidikan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Langkah itu dilakukan untuk memastikan anak Surabaya yang memenuhi kriteria tetap mendapat dukungan pendidikan meski belajar di luar sekolah formal.
“Saya sudah sampaikan, cek data dari Dapodik. Yang lulus SD setelah masuk SMP kok berkurang, ke mana mereka? Ternyata ada di pondok pesantren. Maka dari itu, kalau mereka masuk dalam kriteria warga yang berhak dibantu, BOPDA-nya harus tetap diberikan,” ujar Wali Kota Eri, Rabu, 30 September 2026.
Bantuan yang disiapkan bernilai Rp150.000 per bulan.













