Surabaya, CakrawalaNews.co – Tiga trofi Piala Soeratin Zona Jawa Timur bukan sekadar tambahan koleksi gelar bagi Persebaya.
Di balik capaian itu, ada jalur pembinaan yang disiapkan agar pemain muda tidak berhenti di kelompok usia, tetapi punya jalan menuju tim senior.
Direktur Amatir Persebaya, Saleh Hanifah, menjelaskan jalur tersebut dimulai dari kompetisi internal.
Pemain yang menonjol kemudian diseleksi untuk memperkuat tim Piala Soeratin, sebelum mendapat kesempatan naik ke Elite Pro Academy (EPA) dan selanjutnya dipantau masuk level berikutnya.
“Jadi, jalurnya sudah kami siapkan secara bertahap. Dari kompetisi internal itulah pemain-pemain terbaik diseleksi untuk masuk ke tim Piala Soeratin. Dari sana, pemain yang memiliki potensi bisa naik ke EPA. Kemudian, pemain yang berkembang di EPA memiliki kesempatan untuk masuk ke tim profesional,” beber Saleh dikutip dari laman klub, Sabtu, 19 September 2026.
Pola tersebut membuat pembinaan Persebaya tidak berhenti pada satu kompetisi.
Setiap kelompok usia menjadi bagian dari jenjang yang saling terhubung hingga tim utama.
Jejak jalur itu sudah terlihat dari sejumlah nama yang berkembang dari pembinaan Persebaya.
Marselino Ferdinan tercatat sebagai didikan klub internal Persebaya, sementara Rizky Ridho juga merupakan jebolan klub internal sebelum menembus tim senior.
Ernando Ari Sutaryadi bergabung dengan Persebaya sejak U-16 dan kemudian naik ke tim senior.
Ketiganya kemudian sering menjadi bagian dari perjalanan Tim Nasional (Timnas) Indonesia.
Marselino, Rizky Ridho, dan Ernando Ari menjadi contoh bagaimana pemain yang ditempa sejak usia muda dapat berkembang hingga level sepak bola nasional.













