Surabaya, CakrawalaNews.co – Satu gol cukup untuk membawa Persebaya meraih tiga poin.
Namun, jika melihat banyaknya peluang yang lahir di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (13/9), skor 1-0 atas PSIM Yogyakarta menyisakan satu pekerjaan rumah: ketajaman di depan gawang.
Persebaya beberapa kali membuka ruang untuk mencetak gol sepanjang pertandingan.
Bahkan ketika PSIM harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-49, Green Force masih membutuhkan waktu hingga menit ke-81 untuk memecah kebuntuan lewat Alex Martins.
Kondisi itu menjadi catatan penting Bernardo Tavares.
Pelatih asal Portugal tersebut mengakui Persebaya lebih banyak menciptakan peluang dibandingkan lawannya.













