Surabaya, CakrawalaNews.co – Ribuan kentongan bergemuruh di Balai Kota Surabaya, Kamis, 17 Agustus 2026.
Tabuhan yang dipimpin Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perwakilan pengurus Rukun Warga (RW) itu menandai dimulainya Lomba Kampung Pancasila 2026.
Bukan sekadar perlombaan antarkampung, program yang melibatkan 1.360 RW di seluruh Surabaya ini diarahkan untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong sekaligus mendorong warga bersama-sama menyelesaikan persoalan di lingkungannya.
Dalam arahannya, Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan kekuatan Surabaya tidak hanya bergantung pada pemerintah kota.
Menurutnya, peran warga, Ketua RT, RW, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan kampung.
“Surabaya bisa maju bukan karena wali kotanya, melainkan karena warga, Ketua RT, RW, dan LPMK yang menopangnya dengan nilai gotong royong. Jika hari ini masih ada warga miskin atau tidak mampu yang terlewat dari bantuan, itu tanda gotong royong kita yang perlu dibenahi,” tegas Eri Cahyadi.
Ia menilai nilai-nilai Pancasila perlu diwujudkan melalui tindakan sehari-hari di lingkungan tempat tinggal.
Eri kemudian mengaitkannya dengan sejarah panjang Pancasila sebagai dasar yang menyatukan masyarakat Indonesia.














