Cakrawala Politik&PemerintahanCakrawala SurabayaDPRD SurabayaIndeks

Machmud Sentil Pemkot Surabaya: Anggaran Rp1,7 Triliun, Kok Baru Rp70 Miliar yang Terserap?

×

Machmud Sentil Pemkot Surabaya: Anggaran Rp1,7 Triliun, Kok Baru Rp70 Miliar yang Terserap?

Sebarkan artikel ini
Anggota Badan Anggaran DPRD Surabaya Machmud.
Anggota Badan Anggaran DPRD Surabaya Machmud.

Surabaya, CakrawalaNews.co | Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya Machmud menyoroti rendahnya realisasi belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi dalam APBD 2026. Ia menyebut anggaran sekitar Rp1,78 triliun untuk sektor tersebut baru terserap sekitar Rp70 miliar hingga 30 Juni 2026.

Machmud mengatakan, data tersebut tercantum dalam Laporan Realisasi Semester Pertama APBD dan Prognosis Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi itu di antaranya berkaitan dengan pembangunan saluran, penanganan banjir hingga paving.

“2026 ini dianggarkan 1,7 triliun. 1,780 sekian ya. Jelas ya? Nah, sampai dengan semester pertama, yaitu Januari sampai 30 Juni, uang yang 1,7 triliun tadi terserap baru 70 miliar,” kata Machmud pada Cakrawala Jumat (21/8/2026).

Berdasarkan hitungannya, serapan sekitar Rp70 miliar dari anggaran Rp1,78 triliun tersebut hanya mencapai sekitar 3,4 persen.

“Setelah saya hitung dari Rp 1,7 triliun ini Rp 70 miliar sama dengan 3,4% tok serapannya,” ujarnya Anggota Komisi B ini.

Politisi Demokrat ini mengaku telah mempertanyakan rendahnya serapan tersebut dalam rapat Banggar. Namun, ia menyebut jawaban dari Pemkot Surabaya belum memberikan penjelasan yang memuaskan.

Machmud bahkan mempertanyakan perbedaan data mengenai tingkat penyerapan anggaran. Menurutnya, dalam pembahasan berikutnya, Pemkot menyampaikan serapan sudah mendekati 40 persen.

“Ya nanti saya lihat.” Terus rapat Banggar kedua, kan saya tanya lagi. “Apa itu sebabnya?” Nah dia ngomong, “Pak ini sudah 40%.” Lo 40% tuh berarti ya hampir separuh, enggak masuk akal,” tegasnya Mantan Ketua DPRD Surabaya ini.

Ia mempertanyakan bagaimana angka serapan bisa berubah dari sekitar 3,4 persen pada laporan per 30 Juni menjadi hampir 40 persen dalam waktu yang relatif singkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *