Cakrawala Politik&PemerintahanCakrawala SurabayaDPRD Surabaya

Patroli Malam Bareng Forkopimda, Syaifuddin Zuhri Titip Pesan ke Arek-Arek Surabaya

×

Patroli Malam Bareng Forkopimda, Syaifuddin Zuhri Titip Pesan ke Arek-Arek Surabaya

Sebarkan artikel ini
Patroli Ketua DPRD Surabaya dan Forkopimda untuk memastikan Kota Pahlawan kondusif.
Patroli Ketua DPRD Surabaya dan Forkopimda untuk memastikan Kota Pahlawan kondusif.

Surabaya, CakrawalaNews.co | Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri mengajak masyarakat, khususnya arek-arek Surabaya, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban Kota Pahlawan. Ia menekankan pentingnya mempertahankan Surabaya sebagai kota metropolitan yang tetap aman, damai, dan humanis.

Pesan tersebut disampaikan Syaifuddin atau disapa Kaji Ipuk saat mengikuti patroli malam bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya, Rabu (19/8/2026). Dari rumah dinas, Syaifuddin turut menyusuri sejumlah kawasan Surabaya dengan mengendarai sepeda motor, salah satunya menuju Jalan Ir. Soekarno atau MERR.

Patroli tersebut merupakan agenda rutin Forkopimda yang tidak hanya berorientasi pada pemantauan keamanan wilayah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat komunikasi dan koordinasi antarpimpinan daerah.

“Ini kita lakukan rutin, kesepakatan dengan Forkopimda Surabaya. Ada Pak Kajari dua-duanya, Pak Kapolres Perak maupun Pak Kapolrestabes, Pak Dandim, Pak Wali dan saya sendiri,” ujar Kaji Ipuk pada Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, sinergi Forkopimda menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana kota yang kondusif. Para pimpinan daerah tidak hanya menjalankan kewenangan masing-masing, tetapi juga perlu membangun kebersamaan untuk memastikan masyarakat mendapatkan rasa aman dan pelayanan yang baik.

“Kita ingin tahu, ingin melihat dan memberikan pesan terhadap warga Surabaya dan arek-arek Surabaya. Kita juga ajak untuk menjaga Surabaya, bahwa Surabaya tetap tenang, tetap kondusif, tetap humanis,” katanya.

Kaji Ipuk menilai karakter Surabaya sebagai kota metropolitan tidak boleh menghilangkan semangat kebersamaan yang selama ini menjadi identitas masyarakatnya. Besarnya jumlah penduduk dan dinamika kota justru harus diimbangi dengan kepedulian warga dalam menjaga ketenteraman.

“Arek-arek Surabaya juga kita ajak jaga Kota Surabaya. Surabaya adalah kota yang harus bisa memberikan contoh terhadap kota-kota lain bahwa kota metropolis, kota yang terbesar masyarakatnya, meskipun metropolis tetap humanis,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *