Cakrawala KeuanganCakrawala PasarEkonomi dan BisnisIndeks

Kemnaker Gandeng GreatNusa dan Microsoft Siapkan Talenta AI Hadapi Perubahan Pasar Kerja

×

Kemnaker Gandeng GreatNusa dan Microsoft Siapkan Talenta AI Hadapi Perubahan Pasar Kerja

Sebarkan artikel ini
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli membuka AI Career Boost Day 2026 di Jakarta sebagai bagian dari kolaborasi Kemnaker, GreatNusa, dan Microsoft Indonesia
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli membuka AI Career Boost Day 2026 di Jakarta sebagai bagian dari kolaborasi Kemnaker, GreatNusa, dan Microsoft Indonesia

Jakarta, Cakrawalanews.co | Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng GreatNusa yang diluncurkan oleh Universitas Bina Nusantara (BINUS University) dan Microsoft Indonesia untuk memperkuat kompetensi kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence /AI) serta keterampilan perangkat lunak bagi talenta digital Indonesia. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan industri di tengah pesatnya transformasi digital.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, penguasaan kompetensi digital, khususnya AI, kini menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja. Karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor teknologi menjadi kunci untuk menyiap kan SDM yang mampu memenuhi kebutuhan industri sekaligus bersaing di tingkat global.

“Transformasi digital tidak bisa kita hindari. Karena itu, kita harus memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kolaborasi dengan dunia pendidikan dan sektor teknologi menjadi langkah penting untuk mempercepat lahirnya talenta digital yang siap bersaing di tingkat global,” ujar Yassierli saat membuka AI Career Boost Day 2026 bertema Kolaborasi AI dan Talenta Indonesia: Meningkatkan Kompetensi, Memperluas Kesempatan Kerja di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Menurut Yassierli, perkembangan AI tidak semestinya dipandang sebagai ancaman bagi dunia kerja. Sebaliknya, teknologi tersebut membuka peluang lahirnya berbagai profesi baru yang membutuhkan keterampilan digital dengan tingkat kompetensi yang lebih tinggi. Mengutip World Economic Forum Future of Jobs Report 2025, ia menyebut sekitar 92 juta pekerjaan diproyeksikan terdampak disrupsi, namun pada saat yang sama akan muncul sekitar 170 juta jenis pekerjaan baru berbasis teknologi hingga 2030.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *