Surabaya. Cakrawalanews.co – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap 2 Mei seharusnya tidak berhenti pada seremoni tahunan. Bagi Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Suli Da’im, Hardiknas adalah momentum refleksi kritis untuk membenahi tata kelola pendidikan, khususnya peran Dinas Pendidikan Jawa Timur dan manajemen satuan pendidikan di seluruh wilayah.
Dengan jumlah 4.688 sekolah yang terdiri dari SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta, Suli Da’im menilai Jawa Timur memiliki kekuatan besar dalam sektor pendidikan. Namun, besarnya jumlah tersebut tidak otomatis berbanding lurus dengan kualitas jika tidak didukung oleh manajemen yang kuat dan terarah.
“Hardiknas ini harus menjadi titik evaluasi. Kita tidak kekurangan sekolah, tetapi masih menghadapi persoalan dalam pengelolaan dan pemerataan kualitas pendidikan,” tegas Suli Da’im, yang juga Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Timur.
Manajemen Sekolah Perlu Bertransformasi
Suli Da’im menyoroti bahwa banyak sekolah masih dikelola secara administratif, belum sepenuhnya berbasis kinerja dan mutu.
“Sekolah masih fokus pada rutinitas administratif. Padahal kepala sekolah harus berperan sebagai manajer yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan sekadar menjalankan program,” ujarnya.
Ia menilai perencanaan berbasis data, evaluasi kinerja yang objektif, serta inovasi pembelajaran masih belum merata di seluruh satuan pendidikan.












