Dengan integrasi ini, Iman optimistis penerapan Digital Twin akan memperkuat skema Peningkatan, Pengelolaan, dan Peningkatan Nilai Kawasan (P3NK).
“Di sini penerapan digital twin akan memperkuat P3NK, yaitu menghitung nilai kawasan, membiayai infrastruktur, dan mendukung inovasi kota,” imbuhnya.
Iman juga mencontohkan inovasi yang telah hadir di Surabaya, yakni mechanical vertical parking di Mayapada Hospital Surabaya. Ia menilai teknologi ini potensial diintegrasikan ke dalam Digital Twin.
“Inovasi mechanical vertical parking ini menunjukkan bagaimana keterbatasan lahan dapat diatasi melalui pemanfaatan ruang vertikal yang modern,” sebutnya.
Menurutnya, jika sistem parkir vertikal ini tersambung ke Digital Twin, maka operasional parkir, dampak lalu lintas, dan efisiensi kawasan dapat dimonitor real time, serta dihitung nilai tambahnya secara presisi.
Menurutnya, nilai tambah kawasan tersebut, akan menjadi basis skema P3NK sehingga kontribusi swasta terhadap kualitas ruang kota semakin terukur.
“Nilai tambah kawasan inilah yang menjadi dasar skema P3NK sesuai Perpres, sehingga investasi swasta juga memberi kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas ruang kota,” tuturnya.
Secara keseluruhan, Iman menegaskan bahwa seluruh strategi ini selaras dengan visi Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, untuk membawa kota menuju level global. “Bangun kotanya, bahagiakan warganya,” tegasnya.
Untuk itu, Iman juga menyampaikan harapannya agar gagasan ini memberi manfaat luas bagi pembangunan di Kota Pahlawan.



