Cakrawala Birokrasi

Pemkot Surabaya Miliki SILPA Rp234 Miliar, Ini Kata Eri Cahyadi

×

Pemkot Surabaya Miliki SILPA Rp234 Miliar, Ini Kata Eri Cahyadi

Sebarkan artikel ini
dok. Rapat Paripurna Penetapan Nota Kesepakatan antara Pemkot Surabaya (1)
dok. Rapat Paripurna Penetapan Nota Kesepakatan antara Pemkot Surabaya (1)

“Minimal dua bulan harus tersedia supaya semua bisa dibayar tepat waktu. Kalau (daerah) berani, sebulan langsung habis dibayar, tapi risikonya besar,” kata Eri.

Selain kebutuhan rutin, Eri menjelaskan, proyek fisik di Surabaya umumnya baru bisa dimulai pada pertengahan tahun dan selesai pada November. Hal itu karena proses lelang baru bisa dilakukan setelah PAD masuk ke kas daerah.

“Kita nunggu PAD dulu, baru lelang. Jadi biasanya Maret–April mulai tender, dan selesai sekitar November,” jelasnya.

Pendapatan transfer dari pusat juga ikut memengaruhi waktu pelaksanaan program. Dana dari Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), misalnya, baru cair setiap triwulan.

“Nah, ketika dana itu turun, baru bisa digunakan. Tidak bisa masuk langsung dikeluarkan,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *