“Ketika santri memiliki kapasitas dan kompetensi yang mumpuni, mereka bisa berperan dalam peningkatan ekonomi, pendidikan, hingga keadilan sosial. Inilah kontribusi nyata santri bagi kemajuan Jawa Timur,” tambahnya.
Puguh menutup dengan optimisme bahwa posisi strategis Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara yang terkoneksi dengan 19 provinsi di Indonesia timur harus diimbangi dengan penguatan sumber daya manusia, termasuk dari kalangan santri.
“Santri adalah aset strategis Jawa Timur. Mereka harus disiapkan bukan hanya sebagai penjaga moral bangsa, tapi juga sebagai pelaku pembangunan dan inovasi di masa depan,” pungkasnya. (Caa)



