Cakrawala Surabaya

Guru Besar FEB Unair Sebut Percepat Pembangunan Infrastruktur Surabaya Perlu Pembiayaan Alternatif

×

Guru Besar FEB Unair Sebut Percepat Pembangunan Infrastruktur Surabaya Perlu Pembiayaan Alternatif

Sebarkan artikel ini
Prof. Dr. Fitri Ismiyanti,
Prof. Dr. Fitri Ismiyanti,

Secara keseluruhan nilai Return on Investment of Infrastructure (ROII) dari proyek-proyek yang akan dibiayai dari pembiayaan alternatif mencapai 943%, yang menunjukkan bahwa rencana tersebut layak secara ekonomi dan menghasilkan dampak perekonomian yang lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan.

Menurut Prof. Fitri, arah pembangunan Surabaya saat ini sudah tepat karena menekankan pada konektivitas, efisiensi mobilitas, serta mitigasi risiko bencana. Ia mencontohkan, kebutuhan jalan baru dan pengendalian banjir menjadi prioritas utama yang harus segera diwujudkan.

Sejumlah proyek besar pun kini masuk dalam daftar pembangunan, mulai dari Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), pelebaran jalan di beberapa titik, pembangunan Flyover Dolog, hingga saluran diversi Gunungsari.

Selain itu, terdapat pula pemasangan lampu jalan, normalisasi saluran, serta pembangunan jalan baru untuk mempercepat sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Proyek-proyek itu membutuhkan dana besar, tapi dampaknya signifikan untuk masyarakat. Selain memperlancar konektivitas dan mobilitas, juga mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan daya saing kota,” jelasnya.

Meski demikian, Prof Fitri mengingatkan bahwa manfaat ekonomi tidak bisa dirasakan secara langsung setelah pembangunan selesai. Hal ini wajar, sebab infrastruktur publik pada dasarnya dirancang untuk pelayanan masyarakat dengan periode balik modal (break even point) dari sisi manfaat ekonomi sekitar 7 tahun.

“Karena itu, strategi pembiayaan harus cermat agar kesinambungan pembangunan tetap terjaga,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *