Johari menambahkan, pembangunan rumah sakit baru melalui APBD murni lebih ideal dibandingkan mengandalkan pinjaman daerah.
Namun, untuk pengembangan fasilitas di rumah sakit yang sudah ada seperti RSUD dr. Soewandhie atau BDH bisa menjadi pilihan realistis untuk menambah PAD.
“Kalau tujuannya itu mendapatkan PAD, maka arahkan pada program-program yang langsung bisa mendatangkan pertumbuhan ekonomi atau mobilisasi masyarakat. Rumah sakit, terutama yang sudah berdiri, punya potensi besar karena sudah ada pasien, kerja sama dengan asuransi, hingga perusahaan. Berbeda dengan rumah sakit baru yang butuh 6–7 tahun untuk mencapai titik impas,” pungkasnya.













