Cakrawala Birokrasi

Teknologi Jadi Senjata Baru Pemkot Surabaya Tembus Transformasi Layanan Publik

×

Teknologi Jadi Senjata Baru Pemkot Surabaya Tembus Transformasi Layanan Publik

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad

CakrawalaNews.co Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunjukkan keseriusannya dalam mendorong digitalisasi dan efisiensi birokrasi melalui ratusan inovasi teknologi yang dilombakan dalam Inovboyo 2025. Dari 342 inovasi yang terdaftar, puluhan di antaranya berbasis teknologi informasi dan kecerdasan buatan.

“Inovasi bukan lagi sekadar ide kreatif, tapi menjadi alat nyata untuk menyelesaikan persoalan publik. AI, IoT, dan big data tidak lagi menjadi istilah teknis yang menakutkan, tapi sahabat keseharian warga,” ujar Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, Senin (7/7/2025).

Di jajaran DPRD, inovasi seperti Buku Tamu Online, Digitalisasi Risalah Rapat, hingga E-Perpus, disebut Irvan sebagai bentuk modernisasi layanan legislatif. Di sektor pengawasan, Inspektorat memperkenalkan e-Audit hingga Whistle Blowing System untuk transparansi tata kelola.

Diskominfo Surabaya turut mengembangkan Portal Satu Data, Awareness Keamanan Informasi, dan Sang Mempelai, sedangkan Bagian Organisasi memperkuat transformasi digital dengan e-Anjab, Telaga ASA, hingga Si ToMaS PeDe.

Tak ketinggalan, jajaran kecamatan turut berpartisipasi melalui inovasi-inovasi layanan digital seperti SI ASIK (Asemrowo), Lapan Lima (Karangpilang), BERKAH dan PENAMAS CAK BOYO (Sukomanunggal), hingga Silok (Wonocolo).

“Dengan aplikasi berbasis AI dan sistem prediksi, pemerintah bisa deteksi dini bencana, seperti banjir, lewat ponsel warga. Ini bentuk konkret pemanfaatan teknologi untuk kemanusiaan,” terang Irvan.

Inovasi juga merambah rumah sakit daerah. RSUD BDH misalnya, menghadirkan SINAR, SIMAK, hingga SIPEMUJA. Sedangkan RSUD Soewandhie mengusung SIMPLE sebagai sistem inventaris alat kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *