“Semuanya nilai sempurna untuk ke-30 finalis,” tegasnya.
Setelah ajang pemilihan, para finalis akan tergabung dalam keluarga besar Cak dan Ning Cilik dan mengikuti berbagai pelatihan, termasuk promosi wisata dan pelatihan komunikasi publik. Mereka juga dijadwalkan berkeliling ke sekolah-sekolah dasar untuk menginspirasi anak-anak lain.
“Jadi memang setelah acara ini, tentunya mereka akan bergabung dengan kami untuk mempromosikan wisata Kota Surabaya ke sekolah-sekolah,” ungkapnya.
Tak hanya soal panggung, ajang ini juga menjadi ruang penting untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal, bahasa Surabayaan, hingga potensi kepemudaan sejak dini.
“Sejak kecil mereka sudah kenal mulai dari bahasa Surabayaan, bahasa Arek-an, lalu juga pariwisata dan kebudayaan di Kota Surabaya,” ujar Ning Zerlin.
Proses seleksi sendiri berlangsung ketat. Dari 300 peserta, disaring menjadi 100 besar, kemudian kembali diseleksi menjadi 30 finalis melalui berbagai tahapan tes.
“Mulai dari tes public speaking, terus tes unjuk bakat, sampai akhirnya terpilih hari ini,” pungkasnya.



