Lebih lanjut, Fikser berharap para finalis yang terpilih dapat berperan aktif dalam memperkenalkan potensi wisata dan budaya Kota Pahlawan kepada masyarakat luas.
“Semoga talenta yang lahir hari ini, dapat terus dikembangkan hingga dewasa kelak,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Cak dan Ning Surabaya, Yazerlin Nadila Balqis atau yang akrab disapa Ning Zerlin, menyebut bahwa ajang tahun ini jauh lebih semarak dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun ini ada sekitar 300-an pendaftar dan terkurasi menjadi 30 finalis,” jelasnya.
Salah satu yang membedakan ajang tahun ini, kata Ning Zerlin, adalah penampilan inspiratif dari Cak dan Ning Cilik angkatan sebelumnya. Tujuannya untuk memberi gambaran langsung kepada peserta baru tentang proses tumbuh dan berkembang bersama paguyuban.
“Audiens pun bisa melihat bagaimana perkembangan Cak dan Ning Cilik dari angkatan sebelumnya. Akhirnya bisa bertumbuh bersama kami di Paguyuban Cak dan Ning, dan tentunya menginspirasi angkatan 2025,” imbuhnya.
Ia memastikan seluruh finalis telah melalui tahapan kurasi yang ketat, dari segi kemampuan berbicara di depan umum hingga eksplorasi bakat.



