Untuk mendukung hal itu, Pemkot telah meluncurkan logo city branding pada Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) lalu, serta merancang sejumlah program pendukung seperti pembangunan creative hub di High Tech Mall dan pengembangan kampung-kampung tematik di tiap kelurahan.
“Setidaknya, setiap kelurahan punya satu kampung tematik. Harapannya, ini bisa menjadi destinasi wisata menarik sehingga wisatawan bisa tinggal lebih lama di Surabaya,” jelasnya.
Irvan menilai, keberhasilan city branding juga sangat bergantung pada kemampuan menyampaikan narasi kota dalam berbagai bahasa.
Oleh karena itu, Pemkot menggandeng berbagai perguruan tinggi, untuk terlibat aktif dalam merancang dan mempromosikan narasi-narasi tersebut.
“Semisal kemarin dengan perguruan tinggi karena secara Pentahelix ya. Perguruan tinggi kita ajak terutama ilmu komunikasinya. Mahasiswanya yang magang di pemerintah kota Surabaya kita challenge untuk membranding Kota Surabaya,” lanjut Irvan.
Tak hanya itu, kerja sama internasional pun terus diperluas. “Di forum APEKSI, kami sudah menjalin kerja sama dengan berbagai kedutaan besar agar bisa turut mempromosikan Surabaya ke luar negeri,” sambungnya.












