Mantan Pengurus PMII Surabaya periode 2013-2014 ini juga menanyakan keabsahan seruan Kiai Darwis tersebut dari sisi kelembagaan, khususnya PWNU Jatim. Sebab, kata dia, para kiai di lingkungan NU biasanya melakkan bahtsul masail terlebih dahulu sebelum mengeluarkan statemen yang bersifat fatwa apalagi berkait dengan wajib tidaknya suatu masalah.
Jaringan Santri NU, katanya, juga menanyakan keberadaan PMII Jatim yang dinilainya sudah terseret arus politik terlalu dalam.
”Ada apa dengan PMII Jatim?, mestinya jadi kontrol sosial, kontrol masyarakat dan kontrol demokrasi sebagai wadah berkumpulnya para mahasiswa, apalagi ini soal suksesi, jangan kemudian larut dalam aksi dukung mendukung,” katanya.(hdi/cn05)



