Lebih lanjut, Dedik menyampaikan mekanisme program Surabaya Bergerak. Warga yang ingin mengadakan kerja bakti akan mengusulkan lokasi dan titik penjemputan sampah melalui aplikasi Surabaya Bergerak. DLH memiliki kuota maksimal 200 lokasi setiap minggunya, sehingga apabila kuota habis maka warga akan diarahkan untuk mendaftar pada minggu berikutnya.
“Untuk kegiatan kerja bakti di Pandegiling, warga setempat yang menentukan jadwal dan titik pengumpulannya. Warga di sana sudah memahami bahwa lokasi tersebut memang titik sementara sebelum sampah diangkut oleh DLH,” terang Dedik.
Selain itu, Dedik menambahkan, dalam proses pembersihan sampah hasil kerja bakti pihaknya turut dibantu oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) dengan menggunakan alat berat.













