“Untuk pemodalan, kami juga didampingi oleh Bank Tabungan Negara (BTN). Berapa nilainya nanti akan disesuaikan dengan kebutuhan koperasi yang disetujui dalam Muskel,” katanya.
Mengenai kriteria anggota koperasi, Dewi menyerahkan sepenuhnya kepada hasil musyawarah kelurahan.”Dikembalikan kepada muskelnya, jadi tidak ada paksaan dan teknis setiap koperasi tergantung pada hasil musyawarah,” ujarnya.
Dengan adanya program Koperasi Merah Putih, Dewi berharap dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dalam mengembangkan koperasi yang sudah ada.“Lewat program ini semakin menegaskan bahwa koperasi bukan hanya tentang simpan pinjam, tetapi lebih bermanfaat ketika ada kegiatan yang nyata,” pungkasnya.





