Dalam pertemuan Munas APEKSI, Wali Kota Eri menginginkan agar semua daerah memiliki nilai reformasi birokrasi yang sama. Untuk itu, kota-kota yang sudah memperoleh nilai AA, termasuk Surabaya akan menjadi mentor bagi daerah lain supaya mendapatkan nilai yang sama.
“Sehingga semua kota anggota APEKSI bisa mendapatkan nilai AA dalam reformasi birokrasi. Ini yang akan kami jadikan satu kesatuan,” imbuhnya.
Selain itu, Wali Kota Eri juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam berbagai bidang dengan daerah lain terkait pemenuhan kebutuhan. Ia mencontohkan, kerjasama dengan Kota Balikpapan terkait pemenuhan kebutuhan daging.
“Dalam hal ini Kota Surabaya bisa bergerak bersama dengan Bangkalan dan Jombang untuk memenuhi kebutuhan tersebut (daging). Jadi APEKSI akan memberi dampak luar biasa bagi setiap kota,” jelasnya.
Wali Kota Eri menambahkan, Munas APEKSI ke VII di Surabaya kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena, setiap daerah akan sama-sama memanfaatkan bonus demografi dengan memberdayakan anak muda agar memiliki talenta dan terlibat dalam pembangunan kotanya.
“Anak muda dari setiap daerah akan dikumpulkan di Surabaya untuk mengikuti kreatif hub. Kami ingin memunculkan talenta-talenta anak muda dengan memanfaatkan bonus demografi yang tinggi,” tandasnya.
Dalam kesempatan ini, Wali Kota Eri juga menggarisbawahi bahwa pemanfaatan efisien anggaran bukan hanya menekan pengeluaran tetapi juga fokus pada pendapatan yang lebih besar dari yang dikeluarkan.












