“Kegiatan ini didanai dari hasil gotong royong seluruh anggota dewan sebagai bentuk kepedulian kami kepada anak-anak yatim,” tambahnya.
Adi berharap, kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan dan semakin ditingkatkan di tahun-tahun mendatang.
“Tahun depan, kita harus lebih peduli kepada wong cilik dan masyarakat kurang mampu. Semoga kepedulian ini semakin tumbuh dan membawa manfaat bagi warga Surabaya,” harapnya.
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, juga menekankan bahwa pemilihan angka 99 bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai Islam.
“Kami memilih angka 99 karena sesuai dengan Asmaul Husna, yang merupakan angka istimewa bagi umat Islam,” ujarnya.













