Dalam kesempatan ini, Wali Kota Eri Cahyadi mengarisbawahi bahwa pemanfaatan efisien anggaran bukan hanya menekan pengeluaran tetapi juga fokus pada pendapatan yang lebih besar dari yang dikeluarkan.
“Contoh mengadakan kegiatan sosialisasi, kata orang-orang itu tidak perlu diadakan di hotel cukup sederhana saja. Tapi pada waktu itu saya undang pengusaha jadi tidak mungkin kalau tidak di hotel, saya keluarkan 50-70 juta untuk semuanya. Tetapi, ketika saya sampaikan tentang program 1 Keluarga Miskin 1 Sarjana yang membutuhkan anggaran 40 miliar, para pengusaha bersedia menjadi orang tua asuh mereka. Jadi dalam waktu 30 menit kebutuhan anggaran itu terpenuhi dengan gotong-royong,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.
Melalui Munas APEKSI ke VII ini, Ia berharap para peserta yang hadir dalam hal ini wali kota tidak hanya melalukan pembahasan sektoral tapi juga menghadirkan kolaborasi untuk menyukseskan pembangunan Indonesia.
“Kami yakin yang datang dalam APEKSI nantinya adalah orang-orang pilihan, penuh kreasi, berani menentukan pilihan untuk bergerak maju bersama,” harapnya.
Rencananya, dalam pembukaan Munas APEKSI di Kota Surabaya juga akan mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk mendengarkan program ketua dewan pengurus yang terpilih.
“Iya pasti diundang seperti yang di Balikpapan kemarin (Presiden hadir). Karena ada pemilihan ketua dewan pengurus yang baru dan akan menyampaikan programnya,” pungkasnya.






