“Surabaya butuh percepatan pembangunan. Kalau pembangunan infrastruktur dilakukan nanti, bukan sekarang, biaya lahan akan semakin tinggi. Misalnya, pembebasan lahan tahun ini tentu lebih murah dibandingkan tahun depan atau dua tahun lagi. Jadi, kita tidak perlu khawatir dengan bunga utang karena itu bagian dari mekanisme pembangunan,” tegasnya.
Selain itu, Eri juga mendorong agar utang ini diberikan oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Menurutnya, SMI lebih prudent dibandingkan bank karena adanya keterlibatan tiga kementerian dalam proses penyaringan pengajuan utang.
“Mengapa kita dorong ke SMI? Karena prosesnya lebih prudent. Kalau di bank memang bisa, tapi tidak seketat SMI, yang melibatkan tiga lembaga, yakni Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan Bappenas, selain kajian dari SMI itu sendiri,” jelasnya.
Lebih lanjut, politisi PDI Perjuangan Kota Surabaya ini menegaskan bahwa pihaknya akan meminta penjabaran lebih rinci terkait proyek-proyek yang akan dibiayai dengan utang tersebut.
“Saat ini prosesnya sedang berjalan. Pemkot akan mengajukan surat ke DPRD untuk persetujuan pinjaman ini. Nantinya, kami akan mendetailkan proyek-proyek yang bisa memberikan manfaat lebih bagi masyarakat dan perekonomian,” pungkas Eri Irawan,












