“Nanti mekanismenya teman-teman pedagang sudah menyiapkan, dibelikan kartu sama Bank Jateng tinggal mengisi top up saldo. Nanti temen-temen jupung (juru pungut) tinggal keliling, tinggal di cek, maju sret, praktis langsung,” ujar Rudy Herstyawan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwI Bank Indonesia) Tegal Bimala pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa pihaknya mendukung dan mendorong Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah P2DD. Dalam hal ini penggunaan e-retribusi di Pasar Pagi Kota Tegal.
Menurutnya dengan digitalisasi pemasukan retribusi tercatat, masuk pendapatan asli daerah, ini akan menunjukan transparansi dan akuntabilitas lebih terjaga.












