Dedi juga menangkis, anggapan bahwa proses pengisian Komisioner KPID Jatim ini akan politis alias potensi adanya titipan. Politisi muda itu pun menanggapi santai isu politis semacam itu. Komisi A berjanji akan independen. “Kita hari ini susah menangkis semua isu. Kita akan pilih secara profesional,”tegasnya.
Dari data, calon komisioner KPID Jatim ini diikuti beberapa latar belakang. Mulai dari praktisi media hingga berlatar belakang aktivis. Proses fit and proper test dilakukan dengan cara masing-masing calon memaparkan materi secara bergiliran.
Selain Dedi, pimpinan dan anggota Komisi A DPRD Jatim mengikuti dan menguji secara langsung para calon Komisioner KPID Jatim. Waktu fit and proper test berkisar 20 menit hingga setengah jam. Fit and proper test ini berlangsung tertutup. (caa)













